Capek pinggang tidak menghalami mencari pengalaman di usia muda


Awalnya aku cuma iseng cari pengalaman sambil nambah uang jajan. Waktu itu aku udah masuk semester 6, kuliahku udah nggak sepadat dulu, jadi aku pikir kenapa nggak coba kerja part time aja sekalian belajar langsung di lapangan. Kebetulan aku kuliah di jurusan Pariwisata, dan salah satu tempat yang aku incar dari dulu adalah Wahid Prime Hotel Salatiga. Hotelnya bagus, letaknya strategis di tengah kota, dan katanya profesional banget untuk ukuran hotel bintang tiga. 




Akhirnya aku daftar dan keterima sebagai front liner matau staf front office. Di posisi ini, tugasku cukup banyak tapi seru—aku jadi orang pertama yang menyambut tamu saat mereka datang ke hotel. Mulai dari proses check-in, check-out, menjawab pertanyaan tamu, sampai kadang harus bantu booking kamar secara langsung maupun via telepon. Aku belajar banyak banget soal etika pelayanan, komunikasi, bahkan sedikit-sedikit soal sistem reservasi hotel.


Yang paling aku inget itu hari pertama kerja. Deg-degan setengah mati. Tapi ternyata senior-senior di sana ramah banget. Mereka ngajarin dari awal, mulai dari cara senyum yang “tulus tapi nggak lebay”, cara ngomong ke tamu, sampai gimana cara ngatasi keluhan tamu yang kadang bikin kepala panas.


Ada satu kejadian lucu. Waktu itu aku sempat salah kasih kamar ke tamu yang udah reservasi lewat online. Harusnya kamar deluxe, aku kasih yang standard. Untungnya si tamu baik dan malah ketawa karena katanya kamarnya juga nyaman. Tapi dari situ aku belajar banget pentingnya teliti dan cross-checkdata sebelum kasih kunci kamar.


Di luar itu, kerja di hotel juga ngajarin aku soal kerja shift,yang awalnya bikin aku agak kaget. Bayangin aja, pas temen-temen lain libur, aku malah harus kerja. Tapi ya, itu bagian dari proses belajar. Dan rasanya puas banget kalau ada tamu yang bilang, "Terima kasih ya, pelayanannya bagus," sambil senyum tulus.


Sekarang aku udah masuk semester 7. Aku masih kadang bantu-bantu di Wahid Prime kalau pas libur kuliah. Buatku, pengalaman jadi front liner ini bukan cuma soal cari uang tambahan, tapi juga modal mental dan keterampilan komunikasi yang nggak diajarin di kelas.


Kalau kamu kuliah di bidang pariwisata atau perhotelan, menurutku pengalaman kayak gini penting banget. Kita jadi lebih siap masuk dunia kerja yang sebenarnya—dan jujur aja, kadang malah lebih fun daripada teori-teori di kampus.

Komentar